Analisis Dampak Bermain Game Roblox Pada Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B Di TKIT Al-Mufid
DOI:
https://doi.org/10.70437/jedu.v4i1.74Keywords:
Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini, Permainan DigitalAbstract
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran, termasuk pada pendidikan anak usia dini. Roblox adalah salah satu bentuk media digital yang saat ini banyak digunakan anak untuk bermain game yang berdampak pada proses pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bermain game Roblox terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TKIT Al-Mufid. Fokus penelitian meliputi potensi Roblox dalam mendukung kemampuan membaca serta dampak yang ditimbulkannya terhadap perkembangan membaca permulaan anak. Kemampuan membaca permulaan dalam penelitian ini mencakup kemampuan mengenal huruf, menghubungkan simbol dengan bunyi, membaca suku kata sederhana, membaca kata sederhana, dan mengenali kata dari tulisan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, orang tua, dan anak kelompok B yang bermain Roblox. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roblox dapat memberikan stimulus awal terhadap kemampuan membaca permulaan melalui paparan huruf, simbol, dan kata-kata sederhana yang muncul dalam permainan. Paparan tersebut membantu anak mengenal huruf, mengingat kosakata tertentu, dan meningkatkan rasa ingin tahu terhadap tulisan. Namun, dampaknya bersifat tidak langsung dan berbeda pada setiap anak karena dipengaruhi oleh intensitas bermain, pendampingan orang tua, serta kebiasaan literasi di rumah. Penggunaan Roblox yang berlebihan juga berpotensi mengurangi minat membaca dan fokus belajar. Oleh karena itu, Roblox lebih tepat dipandang sebagai media yang dapat memberikan stimulus literasi visual, bukan sebagai sarana utama pembelajaran membaca permulaan.








