Pengembangan Instrumen Three Tier Test Berbasis Digital Untuk Menganalisis Miskonsepsi IPAS Pada Materi Rantai Makanan Kelas V SD
Keywords:
Instrumen Berbasis Digital; IPAS; Miskonsepsi; Rantai Makanan; Three Tier Test.Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya miskonsepsi peserta didik pada materi IPAS, yang didukung oleh hasil wawancara guru dan rekapitulasi nilai kelas V SDN Neglasari 4 dengan rata-rata hasil belajar materi rantai makanan sebesar 47,5. Selain itu, evaluasi yang digunakan masih berfokus pada hasil belajar sehingga belum mampu mengidentifikasi pemahaman konsep dan miskonsepsi peserta didik secara mendalam. Oleh karena itu, diperlukan instrumen evaluasi berbasis digital untuk membantu guru menganalisis pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan instrumen Three Tier Test berbasis digital pada materi rantai makanan kelas V sekolah dasar, mengetahui kelayakan instrumen berdasarkan validasi ahli, menganalisis tingkat miskonsepsi peserta didik, serta mengetahui respons guru dan peserta didik terhadap penggunaan instrumen. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen Three Tier Test berbasis digital berhasil dikembangkan melalui lima tahapan ADDIE. Instrumen memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi sebesar 92,5%, ahli evaluasi sebesar 87,5%, dan ahli teknologi sebesar 94,4%. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami miskonsepsi pada materi rantai makanan, dengan persentase tertinggi pada soal nomor 7 sebesar 73,9%, diikuti soal nomor 9 sebesar 65,2%, dan soal nomor 10 sebesar 61%. Respons guru memperoleh persentase rata-rata 86% dan respons peserta didik sebesar 81% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, instrumen Three Tier Test berbasis digital yang dikembangkan layak digunakan sebagai instrumen diagnostik untuk menganalisis miskonsepsi materi rantai makanan.








