Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Katuk Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pd Tahun 2026

Authors

  • Ermeida Nelli Politeknik Tiara Bunda
  • Ida Indayani Politeknik Tiara Bunda

DOI:

https://doi.org/10.70437/jedu.v4i1.57

Abstract

Latar Belakang: WHO merekomendasikan pemberian ASI selama 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun. ASI mengandung antibodi yang melindungi bayi dari infeksi. Pemberian ASI sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Upaya yang dilakukan untuk mencapai ASI ekslusif dengan mengonsumsi makanan  yang dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui yaitu daun katuk.

Tujuan: mengetahui efektivitas ekstrak daun katuk terhadap peningkatan produksi  ASI pada ibu menyusui di UPTD Puskesmas PD.

Metode: Jenis penelitian Quasi eskperimental dengan non-equivalent control group design. Subjek penelitian adalah ibu ibu menyusui pada masa nifas hari ke-3 sampai dengan hari ke-14 dengan besar sampel 26 responden. Teknik sampling dengan Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan lembar observasi dan analisis data menggunakan Pairet T-Test.

Hasil Penelitian: Rata-rata frekuensi menyusu sebelum perlakuan sebanyak 6,30 kali sehari dan sesudah perlakuan  sebesar 9 kali sehari. Sedangkan pada kelompok kontrol sebelum perlakuan sebesar 7,38 kali dan sesudah perlakuan sebesar 7,30. Hasil uji statistik Pairet T-Test, ada pengaruh ekstrak daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui yang ditandai dengan nilai p = 0,000 (< 0,05) sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui yang ditandai dengan nilai p = 0,776 (>0,05).

Kesimpulan: Ekstrak daun katuk berpengaruh terhadap peningkatan produksi  ASI pada ibu menyusui.

 

Downloads

Published

2026-08-30