Kesenjangan Perilaku Belajar Dan Capaian Akademik Antarkelas: Peran Strategi Guru Sosiologi Dalam Perspektif Tindakan Sosial
Abstract
Kajian perilaku belajar siswa sering disajikan dalam bentuk agregat sehingga variasi kemampuan akademik pada unit kelas kurang terlihat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil perilaku belajar dan mengukur pencapaian akademik antarkelas dalam pembelajaran Sosiologi serta mengidentifikasi peran guru strategi dalam menjelaskan variasi tersebut melalui perspektif tindakan sosial Max Weber. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang ditriangulasi dengan data kualitatif. Sampel terdiri atas 114 siswa kelas X Fase E yang dipilih secara proporsional random sampling dari populasi 160 siswa pada lima kelas di SMA Negeri 2 Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Data diperoleh melalui angket perilaku belajar 17 butir yang telah dinyatakan valid dengan koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,856, dokumentasi Nilai Akhir (NA) Formatif dan Sumatif, serta wawancara mendalam dengan guru Sosiologi. Hasil menunjukkan bahwa perilaku belajar secara agregat berada pada kategori baik dengan rata-rata 66,18 dari skor maksimum 85. Dimensi tindakan rasional nilai memperoleh rata-rata tertinggi sebesar 4,21 (84,20%), sedangkan tindakan afektif merupakan dimensi terendah sebesar 3,76 (75,20%). Ketika data pencapaian akademik didisagregasi berdasarkan kelas, ditemukan ketajaman yang tajam: rata-rata NA Formatif berkisar antara 55,3 hingga 87,5 dan NA Sumatif antara 53,4 hingga 87,5. Wawancara menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Gayo, gamifikasi dan diskusi kelompok interaktif, serta penegakan aturan presensi, tetapi respons siswa terhadap strategi tersebut berbeda antarkelas. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan agregat dapat menutupi variasi pada level kelas dan bahwa strategi pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik serta dinamika masing-masing kelas.








