Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Brain Gym Di TKIT Madani
Keywords:
Konsentrasi Belajar, Brain Gym, Anak Usia Dini, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini 5-6 tahun di TKIT Madani melalui penerapan kegiatan Brain Gym (senam otak). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya fokus anak saat proses pembelajaran berlangsung, yang ditandai dengan perilaku mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar, sering mengobrol dengan teman, bermain sendiri, serta ketidakmampuan menyelesaikan tugas terstruktur hingga tuntas (low task commitment). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mixed methods deskriptif berdasarkan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 22 anak. Data dikumpulkan melalui lembar observasi konsentrasi belajar anak (5 indikator), lembar observasi pelaksanaan Brain Gym (3 indikator), dan dokumentasi. Kriteria keberhasilan tindakan ditetapkan minimal 75% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) atau Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi belajar anak secara signifikan dan terstruktur. Pada kondisi awal (prasiklus), tingkat konsentrasi klasikal anak yang tuntas baru mencapai 13,64% (3 anak). Setelah diberikan intervensi pada Siklus I, persentase ketuntasan klasikal merangkak naik menjadi 59,1% (13 anak) karena anak masih berada pada fase adaptasi motorik. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II melalui penyesuaian tempo instruksi yang lebih lambat, pengintegrasian media musik instrumental yang ceria, serta perluasan jarak ruang gerak berdiri anak, persentase ketuntasan klasikal konsentrasi belajar anak melonjak tajam hingga mencapai 81,82% (18 anak). Capaian akhir ini telah berhasil melampaui indikator keberhasilan yang ditargetkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan Brain Gym secara konsisten dan optimal terbukti efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan rentang perhatian (attention span) anak usia dini.








