Skrining Stunting Pada Bayi Dan Balita Serta Pendataan Jumlah Balita Stunting Di Salah Satu Desa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sindang Jaya

Authors

  • Patricia Roulin Elizabeth Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
  • Ernawati Ernawati Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
  • Nabilla Putri Meilenia Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
  • Herlina Hengkengbala Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
  • Pramudyta Ariany Puteri Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
  • Prastya Hastuti Puskesmas Kecamatan Sindang Jaya
  • Riezky Yudha Dewanty Puskesmas Kecamatan Sindang Jaya

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar bagi tumbuh kembang anak Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya yang menunjukkan tren peningkatan kasus dalam tiga bulan terakhir. Kegiatan ini bertujuan melakukan deteksi dini status gizi bayi dan balita melalui pengukuran antropometri sekaligus memperoleh data riil sebaran stunting di salah satu desa di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Jaya sebagai dasar perencanaan program lanjutan. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional, dilaksanakan pada 18–19 Mei 2026 terhadap 23 bayi dan balita yang hadir melalui teknik total sampling. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi/panjang badan, dan lingkar lengan atas yang dilakukan langsung oleh dokter muda didampingi kader, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar antropometri anak. Hasil menunjukkan seluruh peserta yang hadir berhasil diskrining dengan cakupan mencapai 100%, meskipun jumlah peserta belum mencapai target sasaran 30 anak. Analisis fishbone mengidentifikasi lemahnya sistem pemantauan pertumbuhan rutin sebagai akar masalah utama. Kesimpulannya, pengukuran antropometri terbukti efektif sebagai instrumen penapisan status gizi di tingkat layanan primer, namun keberlanjutan program memerlukan penguatan partisipasi masyarakat dan kapasitas kader posyandu secara berkesinambungan.

 

Published

2026-09-14