Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di MAS Muhammadiyah 1 Medan

Authors

  • Adinda Agustina Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Muhammad Rifa'i Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Keywords:

Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Kinerja Guru

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MAS Muhammadiyah 1 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah. Dan Guru Bidang Studi Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kemudian di analisis menggunakan jalur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Penjaminan keabsahan data dalam penelitian ini yaitu credibility, transferability, dependability, dan confirmanbility. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepala sekolah telah melaksanakan pembinaan dan pengembangan profesional guru melalui berbagai pendekatan, antara lain pelaksanaan supervisi akademik secara terencana dan berkelanjutan, pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, workshop, seminar dan kegiatan pengembangan profesional, serta pembinaan melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).  (2) Kepala sekolah juga berperan sebagai motivator dengan memberikan pendekatan personal, penghargaan atas kinerja, serta menjadi teladan dalam disiplin dan etos kerja. Selain itu, kepala sekolah menciptakan iklim kerja yang kondusif sehingga guru terdorong untuk meningkatkan tanggung jawab dan profesionalisme. (3) Faktor pendukung dalam meningkatkan kinerja guru meliputi adanya komitmen kepala sekolah terhadap mutu pendidikan, kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru, kompetensi profesional guru, dukungan sarana dan prasarana, serta iklim sekolah yang kondusif dan harmonis sehingga memperkuat upaya peningkatan kinerja guru. (4) Sedangkan, faktor penghambat yang dihadapi antara lain keterlambatan guru memasuki ruang kelas setelah bel berbunyi, yang berdampak pada berkurangnya waktu efektif belajar siswa dan suasana kelas menjadi tidak kondusif., untuk meminimalisir hal tersebut sangat diperlukan solusi preventif salah satunya dengan penerapan absensi digital terintegrasi bagi tenaga pendidik, beban administrasi guru yang tinggi, perbedaan tingkat kompetensi dan motivasi guru, serta keterbatasan waktu kepala sekolah dalam melakukan pembinaan dan supervisi secara optimal.

Downloads

Published

2026-09-02