Pola Penggunaan Gadget Dan Pemahaman Anak Sekolah Dasar Terhadap Dampaknya Pada Aktivitas Belajar Di Desa Sungai Tanduk: Studi Kualitatif

Authors

  • Singgi Andri Prasetyo Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Nursi Sofia Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Nina Sahri Salsabela Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Okti Jelita Zahwa Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Salsa Nurfadhilah Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Royhan Mufadhol Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Pahril Rizal Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Kholil Ismail Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Megi Vornika Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Oki Mitra Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Lusi Indasari Institut Agama Islam Negeri Kerinci

DOI:

https://doi.org/10.70437/jedu.v4i1.101

Abstract

Penggunaan gadget pada anak Sekolah Dasar (SD) semakin menjadi perhatian karena dapat memengaruhi konsentrasi, aktivitas belajar, dan kesiapan belajar, terutama ketika digunakan hingga malam hari. Penelitian ini bertujuan menganalisispola penggunaan gadget, memahami kesadaran anak terhadap dampaknya pada aktivitas belajar, serta mengidentifikasiketerkaitan penggunaan gadget menjelang tidur dengan kesiapan belajar anak sekolah dasar di Desa Sungai Tanduk. Penelitianmenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima partisipan anak berusia 9–11 tahun, sedangkan orang tua dan guru berperan sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam yang ramah anak, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak menggunakan gadget milik orang tua atau saudara sekitar 2–3 jam per hari, terutamauntuk permainan daring, YouTube, dan TikTok, tetapi juga untuk memperoleh informasi dan membantu memahami materipembelajaran. Anak menyadari bahwa gadget dapat memberikan manfaat sekaligus menyebabkan penundaan tugas, gangguankonsentrasi, dan kesulitan mengendalikan waktu penggunaan. Penggunaan gadget menjelang tidur hingga pukul 21.00–21.30 WIB juga berkaitan dengan hambatan tidur, rasa kantuk, serta menurunnya kesegaran dan semangat belajar pada hariberikutnya. Temuan ini menegaskan bahwa anak merupakan subjek yang mampu merefleksikan dampak penggunaan gadget terhadap dirinya sehingga pendampingan digital perlu diarahkan pada penguatan regulasi diri melalui dialog edukatif dan kesepakatan penggunaan antara anak, orang tua, dan pendidik. Kata kunci: gadget; anak sekolah dasar; aktivitas belajar; kesadaran metakognitif; pedesaan.

Downloads

Published

2026-09-11